Setelah kita mengetahui mengenai tempe perlu juga agaknya
kita membahas mengenai bahan penyusunnya yakni kedelai. Jika pembaca belum
mengetahui mengenai tempe secara lebih lanjut dapat dibaca pada artikel
sebelumnya mengenai Tempe Makanan Sederhana yang Luar Biasa.
Kedelai merupakan tanaman perdu yang tumbuh di daerah Asia
Timur yakni China, Jepang, Mongolia dan lain sebagainya. Dengan demikian
makanan jenis kedelaian yang ada di penjuru bumi merupakan hasil dari
pertukaran budaya yang senantiasa dilakukan dari abad ke abad. Bahkan menurut
catatan sejarah tanaman kedelai telah dibudidayakan sejak 3000 tahun lebih di
daerah Asia timur, sebagaimana kita tahu bahwa peradaban China merupakan
peradaban yang telah berkembang sejak lama layaknya peradaban Mesir dan Romawi.
Tanaman kedelai yang sekarang banyak ditanam adalah jenis kedelai yang telah
didometikasi dari jenis kedelai liar layaknya tanaman padi yang telah
didomestikasi atau kalau dari sisi hewan layaknya ayam yang telah didomestikasi
dari jenis ayam hutan.
Untuk penanamannya sendiri, kedelai dapat dilakukan di areal
persawahan ataupun di ladang yang notabenenya kering. Untuk daerah asia yang
mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Tanaman kedelai biasanya ditanam
setelah masa penanaman padi ketika musim penghujan akan berakhir. Penanamannya adalah
dengan menggunakan biji kedelai itu sendiri. Biji kedelai yang mana sih? Ya kedelai
yang kita konsumsi sehari-hari itu adalah biji dari kedelai itu sendiri. Biji kedelai
yang ditanam akan berkecambah jika mendapatkan supan sir yang mencukupi lalu
tumbuh dengan keping biji yang ikut tumbuh menembus tanah dan muncul ke permukaan. Tanaman akan terus
tumbuh hingga ketinggian yang berkisar antara 30 hingga 100 centi meter. Sedangkan
untuk masa tanam kedelai adalah berkisar antara 75 hingga 90 hari yang juga
terkait dengan jenis varietas kedelai yang ditanam.
Sebagaimana yang telah kita sebutkan bahwa tanaman kedelai
merupakan tanaman yang berasal dari daerah subtropis dan bukanlah daerah tropis
seperti Indonesia. Oleh sebab itu pasokan kedelai di dalam negeri sering kali
berkurang. Sedangkan animo masyarakat untuk mengkonsumsi makanan berbahan dasr
kedelai amatlah tinggi. Untuk itu demi menjaga harga kedelai tetap stabil maka
dilakukanlah impor kedelai ke dalam negeri demi menjaga kestabilan pasar. Karena
jika harga produk kedelai meningkat dapat mengakibatkan terjadinya
gonjang-ganjing layaknya kenaikan harga beras mengingat eratnya masyarakat
dengan produk kedelai.
Selain itu kini dikembangkan berbagai jenis tanaman kedelai
yang cocok untuk ditanam didaerah tropis untuk mengurangi ketergantungan
terhadap impor kedelai. Langkah lain yang sudah dilakukan pemerintah adalah
dengan pembukaan areal lahan baru untuk pertanian di bawah komando dari
kementrian tenaga kerja dan transmigrasi. Jumlah areal baru yang dibuka
bukanlah kaleng-kaleng, bahkan mencapai i juta hektar lahan transmigrasi. Kedepannya
semoga pasokan kedelai di tnah air bisa lebih terjamin dan tidak tergantung
dengan impor karena kedelai merupakan primadona dan banyak makanan lezat yang
kita santap berbahan dasar kedelai. Dan terlebih kedelai merupakan sumber
protein yang ekonomis dibandingkan dengan sumber protein lain seperti daging
yang harganya sering kali menggila dan tidak dapat dinikmati oleh semua
kalangan. Adapun nutrisi yang terkandung dalam kedelai tidak kalah dibanding
daging meskipun nutrisinya ada perbedaan namun dengan asupan nutrisi anak-anak
kita dapat menjadi generasi yang lebih sehat dan pintar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar