Jumat, 11 Januari 2019

Informasi Seputar Kedelai

Setelah kita mengetahui mengenai tempe perlu juga agaknya kita membahas mengenai bahan penyusunnya yakni kedelai. Jika pembaca belum mengetahui mengenai tempe secara lebih lanjut dapat dibaca pada artikel sebelumnya mengenai Tempe Makanan Sederhana yang Luar Biasa.

Kedelai merupakan tanaman perdu yang tumbuh di daerah Asia Timur yakni China, Jepang, Mongolia dan lain sebagainya. Dengan demikian makanan jenis kedelaian yang ada di penjuru bumi merupakan hasil dari pertukaran budaya yang senantiasa dilakukan dari abad ke abad. Bahkan menurut catatan sejarah tanaman kedelai telah dibudidayakan sejak 3000 tahun lebih di daerah Asia timur, sebagaimana kita tahu bahwa peradaban China merupakan peradaban yang telah berkembang sejak lama layaknya peradaban Mesir dan Romawi. Tanaman kedelai yang sekarang banyak ditanam adalah jenis kedelai yang telah didometikasi dari jenis kedelai liar layaknya tanaman padi yang telah didomestikasi atau kalau dari sisi hewan layaknya ayam yang telah didomestikasi dari jenis ayam hutan.

Untuk penanamannya sendiri, kedelai dapat dilakukan di areal persawahan ataupun di ladang yang notabenenya kering. Untuk daerah asia yang mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Tanaman kedelai biasanya ditanam setelah masa penanaman padi ketika musim penghujan akan berakhir. Penanamannya adalah dengan menggunakan biji kedelai itu sendiri. Biji kedelai yang mana sih? Ya kedelai yang kita konsumsi sehari-hari itu adalah biji dari kedelai itu sendiri. Biji kedelai yang ditanam akan berkecambah jika mendapatkan supan sir yang mencukupi lalu tumbuh dengan keping biji yang ikut tumbuh menembus tanah dan  muncul ke permukaan. Tanaman akan terus tumbuh hingga ketinggian yang berkisar antara 30 hingga 100 centi meter. Sedangkan untuk masa tanam kedelai adalah berkisar antara 75 hingga 90 hari yang juga terkait dengan jenis varietas kedelai yang ditanam.

Sebagaimana yang telah kita sebutkan bahwa tanaman kedelai merupakan tanaman yang berasal dari daerah subtropis dan bukanlah daerah tropis seperti Indonesia. Oleh sebab itu pasokan kedelai di dalam negeri sering kali berkurang. Sedangkan animo masyarakat untuk mengkonsumsi makanan berbahan dasr kedelai amatlah tinggi. Untuk itu demi menjaga harga kedelai tetap stabil maka dilakukanlah impor kedelai ke dalam negeri demi menjaga kestabilan pasar. Karena jika harga produk kedelai meningkat dapat mengakibatkan terjadinya gonjang-ganjing layaknya kenaikan harga beras mengingat eratnya masyarakat dengan produk kedelai.


Selain itu kini dikembangkan berbagai jenis tanaman kedelai yang cocok untuk ditanam didaerah tropis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai. Langkah lain yang sudah dilakukan pemerintah adalah dengan pembukaan areal lahan baru untuk pertanian di bawah komando dari kementrian tenaga kerja dan transmigrasi. Jumlah areal baru yang dibuka bukanlah kaleng-kaleng, bahkan mencapai i juta hektar lahan transmigrasi. Kedepannya semoga pasokan kedelai di tnah air bisa lebih terjamin dan tidak tergantung dengan impor karena kedelai merupakan primadona dan banyak makanan lezat yang kita santap berbahan dasar kedelai. Dan terlebih kedelai merupakan sumber protein yang ekonomis dibandingkan dengan sumber protein lain seperti daging yang harganya sering kali menggila dan tidak dapat dinikmati oleh semua kalangan. Adapun nutrisi yang terkandung dalam kedelai tidak kalah dibanding daging meskipun nutrisinya ada perbedaan namun dengan asupan nutrisi anak-anak kita dapat menjadi generasi yang lebih sehat dan pintar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar