Pada beberapa periode pemerintahan yang silam sering kali
kita membaca akan adanya istilah swasembada pangan atau juga istilah ketahanan
pangan. Suatu negara harus dapat menjaga stok pangan yang dibutuhkan warganya,
sedangkan hasil produksi pertanian seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan arganya baik karena paceklik, hama maupun alih fungsi lahan yang menyebabkan lahan pertanian menjadi
menyempit, dan bisa juga berakibat adanya peristiwa kekurangan pangan yang akan
merenggut warga didaerah yang kekurangan pangan. Maka dari itu untuk menjaga
stoknya ada beberapa hal yang biasa dilakukan.
Yang pertama adalah dengan mendatangkan stok dari daerah
lain atau dari negara lain yang kita knal dengan impor. Sering kali kita
mendngar berita tentang adanya impor beras dari negara lain karena stok bulog
yang kurang memadahi akibat satu faktor dan lainnya. Dengan adanya stok yang
didatangkan bukan hanya akan menjamin ketersediaan pangan akan tetapi akan
berefek pula pada stabilnya harga, karena jika stok barang menurun pasti akan
terjadi adanya kenaikan harga barang. Akan tetapi hal tersebut sering kali akan
berdampak kepada petani lokal karena harga saing yang lebih rendah.
Hal yang kedua yang biasanya dilakukan adalah dengan membuka
lahan baru. Hal ini biasa dilakukan oleh pemerintah dari orde ke periode lain. Jika
membaca dalam buku sejarah kita akan mengenal adanya transmigrasi dan REPELITA,
hal ini juga selain mengurangi kepadatan penduduk, juga untuk membuka lahan
baru untuk bercocok tanam. Sebagai imbasnya hasil pertanian akan semakin
meningkat seiring dengan bertambahnya lahan baru yang dimanfaatkan sebagai tempat
bercocok tanam. Selain itu, menyebarnya lahan pertanian juga menjadikan pasokan
pangan di banyak daerah menjadi terpenuhi sehingga kekurangan pangan di suatu
daerah akan dapat lebih diminimalisir dengan stok yang lebuh menyebar.
Hal ketiga yang biasanya dilakukan adalah dengan melakukan
riset. Berbagai riset dilakukan untuk menciptakan keadaan yang akan menjamin
adanya ketahanan pangan. Sebagai contoh adalah riset mengenai beberapa varitas
padi yang unggul yang produksinya banyak dan cpat juga tahan trhadap hama.
Hal lain yang biasa
dilakukan adalah dengan melakukan pembangunan sarana dan prasarana yang dapat
menunjang sektor pertanian. Seperti pembangunan bandungan, pembangunan saluran
irigasi dan lain sebagainya. Sehingga petani menjadi semakin mudah dalam aktivitasnya
bercocok tanam. selain itu dilakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai teknologi
tanam agar hasil pertanian menjadi bagus. Hal yang lain biasa dilakukan adalah
menciptakan sistem yang mendukung sektor pertanian baik dalam bentuk
undang-undang maupun regulasi yang akan mnguntungkan bagi pemilik modal, stakeholder
dan petani. Banyak perusahaan kini baik secara langsung maupun dengan bekerja
sama dengan petani mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan teknologi
sehingga hasilnya akan lebih baik dengan ongkos yang lebih ringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar