Selasa, 15 Januari 2019

Bagaimana Pemerintah Amerika Shutdown, Apa Sih Pemerintah yang Tutup

Sering kali kita mendengar pemerintah Amerika mengalami shutdown. Termasuk belakangan pada pemerintahan di bawah presiden Trump, atau jika kita menengok ke belakang pada tahun 2013 pada masa pemerintahan Obama, pemerintah amerika juga mengalami shutdown. Apa sih government shutdown? Menurut artinya government berarti pemerintah, sedangkan shutdown berdasarkan terjemahan literal dari google translate berarti penutupan (sinonim kata dalam bahasa inggris: closing, closure, close), kerusakan (sinonim kata dalam bahasa inggris: damage, harm, breakdown, decay, failure, breakage), kemacetan (sinonim kata dalam bahasa inggris: congestion, jam, bottleneck, jamming, occlusion, breakdown). Jika kita menengok pada portal berita nasional kebanyakan menggunakan istilah yang sama yakni “shutdown” sedangakan jika kita membaca pada wikipedia bahasa indonesia, istilah tersebut diartikan sebagai penutupan pemerintahan.

Apa sih government shutdown?
Government shutdown terjadi ketika kongres Amerika gagal untuk bersepakat mengenai anggaran yang akan dipakai untuk meneruskan kerja dari pemerintahan federal atau instansi lain di bawah pemerintahan, atau juga dapat terjadi jika presiden menolak untuk menandatangani tagihan dan ketetapan anggaran. Dengan adanya peristiwa semacam itu mengakibatkan terjadinya pemerintahan yang tutup. Lalu apakah kantor akan tutup? Dalam kasus ini pegawai pemerinatahan yang memegang peran penting masih harus bekerja, akan tetapi tidak akan di bayar hingga pemerintahan kembalu buka, lalu kembali dibayar.

Pada sistem pemerintahan di Amerika dikenal adanya pemisahan kekuasaan, dan menurut konstitusi yang dianut di sana beik senat dan dewan perwwakilan rakyatnya harus menyetujui penganggaran setelah melalui kesepakatan, yang kemudian ditanda tangani oleh presiden. Jika presiden menolak penggaran yang dibuat maka rancangan penggaran tersebut akan dikenbalikan ke pihak kongres untuk dibicarakan kembali. Penolakan dari pihak presiden tersebut sebenarnya dapat juga dibatalkan jika mayoritas, yakni dua per tiga dari suara kongres kembali melakukan penolakan dari penolakan yang dilakukan oleh presiden. Jika ada perselisihan antara kedua kubu mengenai alokasi penganggaran dan belum juga berakhir hingga masa anggaran yang ada berakhir maka peristia shutdown akan terjadi.

Hal semacam ini tidak dikenal di negara kita. Sebuah keuntungan tersendiri dari sistem yang ada di negeri kita, karena pegawai pemerintah akan tetap digaji karena tidak pernah adanya kasus penutupan pemerintah. Di negara-negara lain juga tidak dikenal adanya kasus ini, termasuk juga negara-negara di Eropa yang sebenarnya juga menganut sistem parlementer yang mana pihak legislatif dan eksekutifnya tidak dipisahkan.

Lalu bagaimana kasus shutdown pada masa trump terjadi? Pada tanggal 22 desember tahun 2018 pemerintahan di bawah Trump kembali melakukan shutdown. Hingga saat ini tercatat dalam sejarah bahwa shutdowm yang terjadi kali ini merupakan penutupan pemerintah yang paling panjang dalam sejarah Amerika, yang pada akhirnya lebih dari 800 ribu pegawainya terpaksa tidak mengalami gajian. Ampun pak presiden! Hal ini dilatari karena presiden yang masih menghendaki adanya persetujuan mengenai penganggaran pembangunan tembok batas negara seperti yang dikampanyekan pada masa pemilu di Amerika.

Salah satu pimpinan senat Amerika bernama Mitch McConnell dari senat partai republik juga menyatakan rasa “frustasi”-nya dalam kasus ini yang juga diakubatkan oleh sikap partainya yang berujung pada penutupan pemerintahan. Selama masa shutdown, banyak program pemerintah tidak menerima anggaran karena anggaran yang di ajukan tidak akan menerima persetujuan dari presiden. Bahkan hingga Januari 2019 ini seperempat dari anggaran pemerintah federal terpaksa dihentikan.

Seperti yang kita ketahui bahwa di Amerika ada dua partai besar yakni partai Republik dan Demokrat. Kedua partai ini saling beradu argumen mengenai siapa yang menyeret dalam peristiwa tutupnya pemerintahan Amerika. Rumah demokrat sempat memberikan press release mengenai rencana untuk penganggaran dalam jangka pendek sehingga pemerintah federal dapat kembali buka meskipun hanya dalam masa beberapa minggu tanpa adanya persetujuan mengenai program tembok batas yang digagas oleh Trump.

Salah seorang politikus dan juga pebisnis dari Amerika bernama Ron Johnson menyatakan bahwa solusi terbaik untuk menghentikan shutdwon kali ini adalah dengan memberikan tindakan yang “fair”. Juga tidak lupa untuk memberikan bayaran bagi mereka yang terpaksa harus bekerja tanpa digaji karena statusnya yang vital dalam roda pemerintahan. Ia juga berharap agar kedua belah pihak partai, baik demokrat meupun repubik dapat saling bekerja sama dalam rangka membayar pekerja yang selama ini belum menerima gaji.

Lalu bagaimana langkah dari pemerintah untuk mengatasi hal ini? Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa peristiwa ini akibat dari kesepakatan yang tidak dicapai dewan dan pemerintah. Presiden Trump menyarankan pada pihak demokrat untuk kembali membuka peluang negosiasi. Dalam kesempatan lain Trump menyatakan baha dirinya telah menanti sepanjang akhir pekan mengenai negosiasi. Dalam kesempatan lain ia memberikan tweet pada sosial media resminya bahwa pihak demokrat kembali bekerja sekarang, dan juga perbatasan harus aman.Trump juga menyayangkan adanya “piknik” yang dianggap sebagai rendahnya komitmen dari pihak demokrat untuk segera mengakhiri peristiwa penutupan pemerintah ini.

Di sisi lain dalam sebuah polling yang dilakukan oleh pegawai pemerintah memberikan hasil bahwa sebagian besar responden survey melihat bahwa peristiwa yang terjadi akibat dari pihak presiden dan juga bertanggung jawab bagi penutupan pemerintah yang terjadi, bukannya malah menyalahkan pihak oposisi dari demokrat.

Apa saja kerugian yang dialami akibat adanya shutdown ini?

Terancamnya keamanan situs resmi pemerintah.
Sertifikat keamanan dari berbagai situs di bawah naungan pemerintah harus diperbaruim dengan mandeknya pemerintahan Amerikam hal tersebut tidak dapat dilakukan. Bahkan menurut Netcraft yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang servis website internet, menyatakan bahwa lebih dari 80 sertifikat keamanan yang digunakan oleh pemerintah telah mengalami masa kadaluarsa dan mesti diperbarui.

Masalah keamanan pangan.
Lembaga pangan Amerika yang bernama FDA selama masa shutdown ini menghentikan semua kegiatan mereka yang dianggap kurang krusial. Akibatnya banyak kegiatan inspeksi pangan yang harus terhenti, akibatnya pangan yang beredar kurang terkontrol keamanannya.

Kemanan Bandara menjadi “sakit”.
TSA yang merupakan pihak yang bertanggung jawab bagi transportasi di Amerika terpaksa harus menghentikan kegiatan training nagi karyawannya, termasuk bagian keamanan frontline. Sementara itu pelatihan dasar yang dianggap sebagai kritikal masih tetap diadakan. Hal ini menjadikan standar yang ada dibandara menjadi tidak terjamin. Di pihak lain pegawai TSA menjadi “sakit” akibat gaji yang tak kunjung dibayarkan.

Taman hiburan mengalami gangguan.
Beberapa taman yang berada di bawah naungan pemerintah juga mengalami gangguan akibat tutupnya pemerinthan. Akibat mininya jumlah pengawas yang bekerja selama masa shutdown menjadikan aksi dari beberpa berandalan menjadi tidak terkontrol. Beberapa dari mereka menebang phon yang ada di tman dan menjadikan area terlarang yang dilindungi sebagai tempat bagi mereka melakukan camping. Selain itu masalah dari kebersihan juga menjadi kurang terkendali ditmbah dengan fasilitas akomodasi, seperti rudaknya jalanan menjadi tak terhindarkan.

Beberapa pegawai pemerintah terpaksa mengeluarkan kocek untuk biaya kebersihan. Misalnya yang dilakukan oleh gubernur New York yang berkomitmen untuk menyediakan biaya bagi terjaminnya kebersihan dari salah satu ikon amerika, yakni patung libertym serta agar tetap terbuka bagi turis selama masa pemerintahan tutup.

Riset menjadi terhenti.
Banyak dari ilmuan yang digaji pemerintah menjadi berhenti bekerja selama masa shutdown. Banyak ilmuan yang juga bekerja pada lembaga riset di bawah naungan pemerintah dan banyak lab menjadi terbengkalai. Riset di dunia medis menjadi terganggum sehingga banyak pasien yang mestinya dapat tersembuhkan menjadi terrunda penyembuhannya karena uji coba obat yang juga terpaksa harus terhenti. Masalah yang hampir sama dialamu oleh badan astronomi Amerika yang dikenal dengan Nasa terpaksa harus terhenti aktifitasnya. Berbagai pemeliharaan alat-alat yang dipakai menjadi terkendala akibat tidak adanya anggaran yang turun. Berbagai konferensi juga terpaksa harus dibatalkan. Badan kelautan dan atmosferik juga mengalami kendala, yang akibatnya berefek pada pusat studi badai nasional terpaksa harus menghentikan studinya mengenai musim badai yang kerap terjadi di Amerika.

Suku asli Amerika terkena dampak
Suku asli Amerika yang kita kenal sebgai suku indian juga terkena imbas dari adanya shutdown ini. Selama ini ada program yang dikhususkan bagi suku asli yang berupa kompensasi kesehatan dan pangan sebagai produk hasil dari negosiasi beberapa dekade lalu. Banyak diantara mereka yang tidak menerima kompensasi kesehatan dari pemerintah dan terpaksa harus membayar sendiri kepada pihak rumah sakit dan klinik ketika sakit selama masa tutupnya pemerintahan. Selain itu beberapa daerah yang ditinggali suku asli tidak memperoleh akses kepada bahan obat-obatan karena akomodasi yang terganggu.

Masalah kriminal dan penjara
Ada sesuatu yang aneh saat terjadinya shutdown di penjara Amerika. Para tahanan tetap mendapatkan jatah makanan mereka, makanan yang disediakan terbilang cukup mewah bagi rata-rata di masyarakat kita. Hidangan yang disajikan di penjara seperti halnya steak dan kue pie. Disisi lain, pegawai penjara hanya bisa melihat mereka yang menyantap makanan yang dihidangkan dalam kondisi tidak dibayar. Hal ini menimbulkan ketegangan tersendiri antara pihak sipir dan tahanan.

Dan masih banyak kerugian yang harus terjadi akibat tutupnya pemerintah atau government shutdown. Artikel dirangkum dari bbc, politico dan wikipedia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar