Sering kali kita mendengar pemerintah Amerika mengalami
shutdown. Termasuk belakangan pada pemerintahan di bawah presiden Trump, atau
jika kita menengok ke belakang pada tahun 2013 pada masa pemerintahan Obama,
pemerintah amerika juga mengalami shutdown. Apa sih government shutdown? Menurut
artinya government berarti pemerintah, sedangkan shutdown berdasarkan
terjemahan literal dari google translate berarti penutupan (sinonim kata dalam
bahasa inggris: closing, closure, close), kerusakan (sinonim kata dalam bahasa
inggris: damage, harm, breakdown, decay, failure, breakage), kemacetan (sinonim
kata dalam bahasa inggris: congestion, jam, bottleneck, jamming, occlusion,
breakdown). Jika kita menengok pada portal berita nasional kebanyakan
menggunakan istilah yang sama yakni “shutdown” sedangakan jika kita membaca
pada wikipedia bahasa indonesia, istilah tersebut diartikan sebagai penutupan
pemerintahan.
Apa sih government shutdown?
Government shutdown terjadi ketika kongres Amerika gagal
untuk bersepakat mengenai anggaran yang akan dipakai untuk meneruskan kerja
dari pemerintahan federal atau instansi lain di bawah pemerintahan, atau juga
dapat terjadi jika presiden menolak untuk menandatangani tagihan dan ketetapan
anggaran. Dengan adanya peristiwa semacam itu mengakibatkan terjadinya
pemerintahan yang tutup. Lalu apakah kantor akan tutup? Dalam kasus ini pegawai
pemerinatahan yang memegang peran penting masih harus bekerja, akan tetapi
tidak akan di bayar hingga pemerintahan kembalu buka, lalu kembali dibayar.
Pada sistem pemerintahan di Amerika dikenal adanya pemisahan
kekuasaan, dan menurut konstitusi yang dianut di sana beik senat dan dewan
perwwakilan rakyatnya harus menyetujui penganggaran setelah melalui
kesepakatan, yang kemudian ditanda tangani oleh presiden. Jika presiden menolak
penggaran yang dibuat maka rancangan penggaran tersebut akan dikenbalikan ke
pihak kongres untuk dibicarakan kembali. Penolakan dari pihak presiden tersebut
sebenarnya dapat juga dibatalkan jika mayoritas, yakni dua per tiga dari suara
kongres kembali melakukan penolakan dari penolakan yang dilakukan oleh
presiden. Jika ada perselisihan antara kedua kubu mengenai alokasi penganggaran
dan belum juga berakhir hingga masa anggaran yang ada berakhir maka peristia
shutdown akan terjadi.
Hal semacam ini tidak dikenal di negara kita. Sebuah keuntungan
tersendiri dari sistem yang ada di negeri kita, karena pegawai pemerintah akan
tetap digaji karena tidak pernah adanya kasus penutupan pemerintah. Di negara-negara
lain juga tidak dikenal adanya kasus ini, termasuk juga negara-negara di Eropa
yang sebenarnya juga menganut sistem parlementer yang mana pihak legislatif dan
eksekutifnya tidak dipisahkan.
Lalu bagaimana kasus shutdown pada masa trump terjadi? Pada tanggal
22 desember tahun 2018 pemerintahan di bawah Trump kembali melakukan shutdown. Hingga
saat ini tercatat dalam sejarah bahwa shutdowm yang terjadi kali ini merupakan
penutupan pemerintah yang paling panjang dalam sejarah Amerika, yang pada
akhirnya lebih dari 800 ribu pegawainya terpaksa tidak mengalami gajian. Ampun pak
presiden! Hal ini dilatari karena presiden yang masih menghendaki adanya
persetujuan mengenai penganggaran pembangunan tembok batas negara seperti yang
dikampanyekan pada masa pemilu di Amerika.
Salah satu pimpinan senat Amerika bernama Mitch McConnell
dari senat partai republik juga menyatakan rasa “frustasi”-nya dalam kasus ini
yang juga diakubatkan oleh sikap partainya yang berujung pada penutupan
pemerintahan. Selama masa shutdown, banyak program pemerintah tidak menerima
anggaran karena anggaran yang di ajukan tidak akan menerima persetujuan dari
presiden. Bahkan hingga Januari 2019 ini seperempat dari anggaran pemerintah
federal terpaksa dihentikan.
Seperti yang kita ketahui bahwa di Amerika ada dua partai
besar yakni partai Republik dan Demokrat. Kedua partai ini saling beradu
argumen mengenai siapa yang menyeret dalam peristiwa tutupnya pemerintahan
Amerika. Rumah demokrat sempat memberikan press release mengenai rencana untuk
penganggaran dalam jangka pendek sehingga pemerintah federal dapat kembali buka
meskipun hanya dalam masa beberapa minggu tanpa adanya persetujuan mengenai program
tembok batas yang digagas oleh Trump.
Salah seorang politikus dan juga pebisnis dari Amerika
bernama Ron Johnson menyatakan bahwa solusi terbaik untuk menghentikan shutdwon
kali ini adalah dengan memberikan tindakan yang “fair”. Juga tidak lupa untuk
memberikan bayaran bagi mereka yang terpaksa harus bekerja tanpa digaji karena
statusnya yang vital dalam roda pemerintahan. Ia juga berharap agar kedua belah
pihak partai, baik demokrat meupun repubik dapat saling bekerja sama dalam
rangka membayar pekerja yang selama ini belum menerima gaji.
Lalu bagaimana langkah dari pemerintah untuk mengatasi hal
ini? Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa peristiwa ini akibat dari
kesepakatan yang tidak dicapai dewan dan pemerintah. Presiden Trump menyarankan
pada pihak demokrat untuk kembali membuka peluang negosiasi. Dalam kesempatan
lain Trump menyatakan baha dirinya telah menanti sepanjang akhir pekan mengenai
negosiasi. Dalam kesempatan lain ia memberikan tweet pada sosial media resminya
bahwa pihak demokrat kembali bekerja sekarang, dan juga perbatasan harus aman.Trump
juga menyayangkan adanya “piknik” yang dianggap sebagai rendahnya komitmen dari
pihak demokrat untuk segera mengakhiri peristiwa penutupan pemerintah ini.
Di sisi lain dalam sebuah polling yang dilakukan oleh
pegawai pemerintah memberikan hasil bahwa sebagian besar responden survey
melihat bahwa peristiwa yang terjadi akibat dari pihak presiden dan juga
bertanggung jawab bagi penutupan pemerintah yang terjadi, bukannya malah menyalahkan
pihak oposisi dari demokrat.
Apa saja kerugian yang dialami akibat adanya shutdown ini?
Terancamnya keamanan situs resmi pemerintah.
Sertifikat keamanan dari berbagai situs di bawah naungan
pemerintah harus diperbaruim dengan mandeknya pemerintahan Amerikam hal tersebut
tidak dapat dilakukan. Bahkan menurut Netcraft yang merupakan perusahaan yang
bergerak dibidang servis website internet, menyatakan bahwa lebih dari 80
sertifikat keamanan yang digunakan oleh pemerintah telah mengalami masa
kadaluarsa dan mesti diperbarui.
Masalah keamanan pangan.
Lembaga pangan Amerika yang bernama FDA selama masa shutdown
ini menghentikan semua kegiatan mereka yang dianggap kurang krusial. Akibatnya banyak
kegiatan inspeksi pangan yang harus terhenti, akibatnya pangan yang beredar
kurang terkontrol keamanannya.
Kemanan Bandara menjadi “sakit”.
TSA yang merupakan pihak yang bertanggung jawab bagi
transportasi di Amerika terpaksa harus menghentikan kegiatan training nagi
karyawannya, termasuk bagian keamanan frontline. Sementara itu pelatihan dasar
yang dianggap sebagai kritikal masih tetap diadakan. Hal ini menjadikan standar
yang ada dibandara menjadi tidak terjamin. Di pihak lain pegawai TSA menjadi “sakit”
akibat gaji yang tak kunjung dibayarkan.
Taman hiburan mengalami gangguan.
Beberapa taman yang berada di bawah naungan pemerintah juga
mengalami gangguan akibat tutupnya pemerinthan. Akibat mininya jumlah pengawas
yang bekerja selama masa shutdown menjadikan aksi dari beberpa berandalan
menjadi tidak terkontrol. Beberapa dari mereka menebang phon yang ada di tman
dan menjadikan area terlarang yang dilindungi sebagai tempat bagi mereka
melakukan camping. Selain itu masalah dari kebersihan juga menjadi kurang
terkendali ditmbah dengan fasilitas akomodasi, seperti rudaknya jalanan menjadi
tak terhindarkan.
Beberapa pegawai pemerintah terpaksa mengeluarkan kocek untuk
biaya kebersihan. Misalnya yang dilakukan oleh gubernur New York yang
berkomitmen untuk menyediakan biaya bagi terjaminnya kebersihan dari salah satu
ikon amerika, yakni patung libertym serta agar tetap terbuka bagi turis selama
masa pemerintahan tutup.
Riset menjadi terhenti.
Banyak dari ilmuan yang digaji pemerintah menjadi berhenti
bekerja selama masa shutdown. Banyak ilmuan yang juga bekerja pada lembaga
riset di bawah naungan pemerintah dan banyak lab menjadi terbengkalai. Riset di
dunia medis menjadi terganggum sehingga banyak pasien yang mestinya dapat
tersembuhkan menjadi terrunda penyembuhannya karena uji coba obat yang juga
terpaksa harus terhenti. Masalah yang hampir sama dialamu oleh badan astronomi
Amerika yang dikenal dengan Nasa terpaksa harus terhenti aktifitasnya. Berbagai
pemeliharaan alat-alat yang dipakai menjadi terkendala akibat tidak adanya
anggaran yang turun. Berbagai konferensi juga terpaksa harus dibatalkan. Badan kelautan
dan atmosferik juga mengalami kendala, yang akibatnya berefek pada pusat studi
badai nasional terpaksa harus menghentikan studinya mengenai musim badai yang
kerap terjadi di Amerika.
Suku asli Amerika terkena dampak
Suku asli Amerika yang kita kenal sebgai suku indian juga
terkena imbas dari adanya shutdown ini. Selama ini ada program yang dikhususkan
bagi suku asli yang berupa kompensasi kesehatan dan pangan sebagai produk hasil
dari negosiasi beberapa dekade lalu. Banyak diantara mereka yang tidak menerima
kompensasi kesehatan dari pemerintah dan terpaksa harus membayar sendiri kepada
pihak rumah sakit dan klinik ketika sakit selama masa tutupnya pemerintahan. Selain
itu beberapa daerah yang ditinggali suku asli tidak memperoleh akses kepada
bahan obat-obatan karena akomodasi yang terganggu.
Masalah kriminal dan penjara
Ada sesuatu yang aneh saat terjadinya shutdown di penjara
Amerika. Para tahanan tetap mendapatkan jatah makanan mereka, makanan yang
disediakan terbilang cukup mewah bagi rata-rata di masyarakat kita. Hidangan yang
disajikan di penjara seperti halnya steak dan kue pie. Disisi lain, pegawai
penjara hanya bisa melihat mereka yang menyantap makanan yang dihidangkan dalam
kondisi tidak dibayar. Hal ini menimbulkan ketegangan tersendiri antara pihak
sipir dan tahanan.
Dan masih banyak kerugian yang harus terjadi akibat tutupnya
pemerintah atau government shutdown. Artikel dirangkum dari bbc, politico dan
wikipedia.

